Ada suatu masa dalam kehidupan manusia, dimana dalam masa ini kehidupan akan terasa lebih manis. Yaitu masa dimana seseorang mengalami sebuah persaan gejolak api asmara atau sering di sebut cinta. Dimana masa ini dinamakan dengan masa remaja. Dalam kondisi ini, persaan tertarik dengan lawan jenis merupakan tanda bahwa seorang remaja mengalami masa
pubertas.
Gejolak asmara ini biasanya muncul karena kebiasaan. Timbulnya persaan ini biasanya terjadi karena adanya interaksi yang terbiasa atau dalam istilah bahasa Jawanya "tresna jalaran seko kulina" cinta terjadi karena kebiasaan. Persaan gejolak asmara pada remaja ini bisanya terjadi dalam waktu singkat. Hal tersebut terjadi karena remaja memiliki rasa ingin tau yang tinggi, bahkan berkaitan dengan masalah cinta. Sehingga munculah yang namanya hubungan pacaran. Hubungan tersebut muncul karena adanya rasa ingin mengetahui bagaimana perbedaan dua makhluk yang berbeda, laki-laki dan perempuan. Cinta yang seperti ini biasanya di namakan cinta monyet.
Namun beda dengan gejolak asmara yang di alami seorang pemuda. Seorang pemuda biasanya telah mempunyai sifat dan fikiran yang lebih matang. Dimana seorang pemuda yang telah mengetahui yang baik dan yang buruk, akan berfikir matang matang dalam menyikapi masalah percintan ini. Cinta yang dialami pemuda ini bisanya akan difikirkan matang-matang karena untuk mencari pasangan hidupnya nanti.
Dalam masalah ini pemuda mencari jalan untuk mencari pasangan hidupnya. Ada yang mencari jalan lewat pacaran dulu. Sehingga jika merasa belum cocok, bisa cari lagi hingga menemukan yang cocok. Yang seperti ini sering kidikenal dengan sebutan playboy/girl.
Sehingga ada hati yang mengalami persaan remuk , tersayat-sayat, sedih, benci, dll. Bahkan hal tersebut menimbulkan kerugian kedua belah pihak. Pihak laki-laki mengalami rugi harta. Pihak perempuan mengalami rugi fisik. Namun cara yang seperti ini tidaklah di benarkan dalam agama Islam. Karena yang namanya hubungan seperti ini mendekatkan diri pada zina dan di agama Islam telah jelas jelas di larang. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Ada juga pemuda dalam menyikapi gejolak asmara dihatinya dengan cara memutuskan mengenal lebih jauh sidia atau sering dikenal "ta'aruf" (ngajak ta'aruf). Tentunya dalam proses saling mengenal tersebut haruslah ada yang menjadi pendamping atau perantara sehingga tidak terjadi bedua-duaan. Jika terjadi kecocokan maka berlanjut keproses selanjutnya hingga menikah. Cara seperti ini yang lebih baik dalam mencari pasangan hidup.
Jalan mimilih pasangan hidup ini haruslah diperhatikan. Agar nantinya dalam membangun keluarga mendapat keberkahan dari Allah. Tentunya haruslah pencariannya dimulai dengan hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama ini.
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam pun telah memberikan tips dalam memilih pasangan hidup, seperti dalam hadits berikut:
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda : “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)
Dari kedua hadits di atas menunjukkan bahwa ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya. Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama.
pubertas.
Gejolak asmara ini biasanya muncul karena kebiasaan. Timbulnya persaan ini biasanya terjadi karena adanya interaksi yang terbiasa atau dalam istilah bahasa Jawanya "tresna jalaran seko kulina" cinta terjadi karena kebiasaan. Persaan gejolak asmara pada remaja ini bisanya terjadi dalam waktu singkat. Hal tersebut terjadi karena remaja memiliki rasa ingin tau yang tinggi, bahkan berkaitan dengan masalah cinta. Sehingga munculah yang namanya hubungan pacaran. Hubungan tersebut muncul karena adanya rasa ingin mengetahui bagaimana perbedaan dua makhluk yang berbeda, laki-laki dan perempuan. Cinta yang seperti ini biasanya di namakan cinta monyet.
Namun beda dengan gejolak asmara yang di alami seorang pemuda. Seorang pemuda biasanya telah mempunyai sifat dan fikiran yang lebih matang. Dimana seorang pemuda yang telah mengetahui yang baik dan yang buruk, akan berfikir matang matang dalam menyikapi masalah percintan ini. Cinta yang dialami pemuda ini bisanya akan difikirkan matang-matang karena untuk mencari pasangan hidupnya nanti.
Dalam masalah ini pemuda mencari jalan untuk mencari pasangan hidupnya. Ada yang mencari jalan lewat pacaran dulu. Sehingga jika merasa belum cocok, bisa cari lagi hingga menemukan yang cocok. Yang seperti ini sering kidikenal dengan sebutan playboy/girl.
Sehingga ada hati yang mengalami persaan remuk , tersayat-sayat, sedih, benci, dll. Bahkan hal tersebut menimbulkan kerugian kedua belah pihak. Pihak laki-laki mengalami rugi harta. Pihak perempuan mengalami rugi fisik. Namun cara yang seperti ini tidaklah di benarkan dalam agama Islam. Karena yang namanya hubungan seperti ini mendekatkan diri pada zina dan di agama Islam telah jelas jelas di larang. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Ada juga pemuda dalam menyikapi gejolak asmara dihatinya dengan cara memutuskan mengenal lebih jauh sidia atau sering dikenal "ta'aruf" (ngajak ta'aruf). Tentunya dalam proses saling mengenal tersebut haruslah ada yang menjadi pendamping atau perantara sehingga tidak terjadi bedua-duaan. Jika terjadi kecocokan maka berlanjut keproses selanjutnya hingga menikah. Cara seperti ini yang lebih baik dalam mencari pasangan hidup.
Jalan mimilih pasangan hidup ini haruslah diperhatikan. Agar nantinya dalam membangun keluarga mendapat keberkahan dari Allah. Tentunya haruslah pencariannya dimulai dengan hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama ini.
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam pun telah memberikan tips dalam memilih pasangan hidup, seperti dalam hadits berikut:
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda : “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)
Dari kedua hadits di atas menunjukkan bahwa ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya. Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama.
No comments:
Post a Comment