Sosok pemuda Islam yg hidup di akhir zaman. Mencoba bersabar dalam menghadapi setiap berlalunya waktu demi waktu. Kerena waktu itu ialah ujian. Oleh karena itu besabarlah dalam menjalani waktu hidup di dunia ini. Sampai waktu yang telah ditetapkan oleh Allah Swt telah habis.
Dunia hanyalah sebuah perhisan. Dimana dunia dijadikan Allah untuk menguji setiap hambaNya. Allah menciptakan keindahan dan kenikmatan di dunia ini, tetapi keindahan dan kenikmatan di dunia ini tidaklah sebanding dengan keindahan dan kenikmatan di surga nanti yang jauh berkali-kali lipat.
Terkadang kenikmatan dunia ini membuat lalai seorang hamba. Sehingga
seorang hamba yang lalai akan lupa dengan adanya kehidupan setelah mati. Terkadang sebagian yang lain mengalami lalai tersebut hanya bersifat sementara saja. Kemudian mereka teringat kembali akan kehidupan di dunia ini hanyalah ujian dan masih adanya kehidupan akhirat yang abadi.
Kesenangan di dunia ini hanyalah bersifat sementara. Janganlah seorang hamba dininabobokan dengan kesenangan itu. Sikapilah kesenangan di dunia ini sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan. Sikapilah dengan rasa syukur kepada Allah Swt atas segala nikmat dan kesenangan tersebut. Dimana Allah Swt lah yang maha pemberi kinikmatan tersebut.
Melihat realita kehidupan saat ini, kebanyakan setiap manusia itu dalam keadaan lalai. Hanya sebagian sedikit sajalah manusia yang memahami bahwa hidup di dunia ini sebagai ujian. Mereka terlalaikan oleh kenikmatan di dunia yang fana ini. Kenikmatan harta, tahta, dan wanita (khusus laki-laki), dan lain sebagainya.
Kenikmatan dunia ini yang membuat mereka lalai bahwa hidup di dunia ini memiliki subuah aturan. Dimana mereka yang bersabar menjalani hidup di dunia ini dengan mentaati aturan tersebut, merekalah yang akan mendapatkan kebahagiaan di kehidupan akhirat nanti, insyaAllah. Sedangkan mereka yang lalai, mereka akan melupakan aturan tersebut, ada juga ang tidak mau tau dengan aturan tersebut, bahkan ada juga yang sudah tau tetapi meraka malah menentangnya. Na’udzubillahi min dzalik. Yang dimaksud aturan hidup disini ialah sebuah pedoman. Manusia haruslah menjalankan pedoman tersebuat agar mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat. Pedoman hidup manusia tersebut ialah Al-Qur'an dan Al-Hadits. Kita selaku makhluk ciptaanNya, sebisa mungkin berusaha dengan sungguh-sungguh sami'na wa ato'na (mendengar dan taat), sesuai kemampuan masing-masing individu.
Manusia diberi oleh Allah dengan yang namanya hawanafsu. Hawanafsu itu juga merupakan ujian. Dimana manusia yang bisa mengendalikan hawanafsunya itu akan menjalankan dan taat akan aturan hidup di dunia ini serta meninggalkan kenikmatan dunia yang fana ini. Jika manusia tidak mampu mengendalikan hawanafsunya maka orang tersebut akan dikendalikan oleh hawanafsunya sehingga mereka akan lalai dan melanggar aturan hidup ini.
Sebagai pemuda yang hidup di akhir zaman, tentu banyak sekali godaan, rintangan, dan ujian yang selalu di lalui hari demi hari, jam demi jam, bahkan tiap detiknya. Oleh karena itu, ingatlah kepada Allah, sembahlah Allah, minta tolonglah kepada Allah, terus dekati Allah, dan takutlah kepada Allah saja. Tanamkan kepada diri ribadi bahwasanya, Allah maha melihat, Allah maha menderngar, Allah maha mengetaui segala sesuatu, sehingga akan muncul pribadi yang berhati-hati dalam menggambil keputusan, dalam bertindak, dan berhati-hati dalam segala perbuatan. Karena setiap apapun yang kita lakukan akan di mintai pertanggung jawaban.
Dunia hanyalah sebuah perhisan. Dimana dunia dijadikan Allah untuk menguji setiap hambaNya. Allah menciptakan keindahan dan kenikmatan di dunia ini, tetapi keindahan dan kenikmatan di dunia ini tidaklah sebanding dengan keindahan dan kenikmatan di surga nanti yang jauh berkali-kali lipat.
Terkadang kenikmatan dunia ini membuat lalai seorang hamba. Sehingga
seorang hamba yang lalai akan lupa dengan adanya kehidupan setelah mati. Terkadang sebagian yang lain mengalami lalai tersebut hanya bersifat sementara saja. Kemudian mereka teringat kembali akan kehidupan di dunia ini hanyalah ujian dan masih adanya kehidupan akhirat yang abadi.
Kesenangan di dunia ini hanyalah bersifat sementara. Janganlah seorang hamba dininabobokan dengan kesenangan itu. Sikapilah kesenangan di dunia ini sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan. Sikapilah dengan rasa syukur kepada Allah Swt atas segala nikmat dan kesenangan tersebut. Dimana Allah Swt lah yang maha pemberi kinikmatan tersebut.
Melihat realita kehidupan saat ini, kebanyakan setiap manusia itu dalam keadaan lalai. Hanya sebagian sedikit sajalah manusia yang memahami bahwa hidup di dunia ini sebagai ujian. Mereka terlalaikan oleh kenikmatan di dunia yang fana ini. Kenikmatan harta, tahta, dan wanita (khusus laki-laki), dan lain sebagainya.
Kenikmatan dunia ini yang membuat mereka lalai bahwa hidup di dunia ini memiliki subuah aturan. Dimana mereka yang bersabar menjalani hidup di dunia ini dengan mentaati aturan tersebut, merekalah yang akan mendapatkan kebahagiaan di kehidupan akhirat nanti, insyaAllah. Sedangkan mereka yang lalai, mereka akan melupakan aturan tersebut, ada juga ang tidak mau tau dengan aturan tersebut, bahkan ada juga yang sudah tau tetapi meraka malah menentangnya. Na’udzubillahi min dzalik. Yang dimaksud aturan hidup disini ialah sebuah pedoman. Manusia haruslah menjalankan pedoman tersebuat agar mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat. Pedoman hidup manusia tersebut ialah Al-Qur'an dan Al-Hadits. Kita selaku makhluk ciptaanNya, sebisa mungkin berusaha dengan sungguh-sungguh sami'na wa ato'na (mendengar dan taat), sesuai kemampuan masing-masing individu.
Manusia diberi oleh Allah dengan yang namanya hawanafsu. Hawanafsu itu juga merupakan ujian. Dimana manusia yang bisa mengendalikan hawanafsunya itu akan menjalankan dan taat akan aturan hidup di dunia ini serta meninggalkan kenikmatan dunia yang fana ini. Jika manusia tidak mampu mengendalikan hawanafsunya maka orang tersebut akan dikendalikan oleh hawanafsunya sehingga mereka akan lalai dan melanggar aturan hidup ini.
Sebagai pemuda yang hidup di akhir zaman, tentu banyak sekali godaan, rintangan, dan ujian yang selalu di lalui hari demi hari, jam demi jam, bahkan tiap detiknya. Oleh karena itu, ingatlah kepada Allah, sembahlah Allah, minta tolonglah kepada Allah, terus dekati Allah, dan takutlah kepada Allah saja. Tanamkan kepada diri ribadi bahwasanya, Allah maha melihat, Allah maha menderngar, Allah maha mengetaui segala sesuatu, sehingga akan muncul pribadi yang berhati-hati dalam menggambil keputusan, dalam bertindak, dan berhati-hati dalam segala perbuatan. Karena setiap apapun yang kita lakukan akan di mintai pertanggung jawaban.
No comments:
Post a Comment