Saturday, March 3, 2018

Lunturnya Budaya Literasi


Ada suatu budaya di mahasiswa yang telah mulai memudar. Apa itu? Itulah budaya Literasi. Terikait Litersi sendiri, literasi memiliki sebuah makna sebagaimana pengetrian literasi yang dikemukakan National Institute for Literacy (NIFL):
"Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat." Yaitu budaya membaca dan menulis.

Melihat lingkungan kampus, mereka lebih asik dengan kegiatan kegiatan mahasiswa dan berorganisasi. Tetapi itu juga termasuk nilai plus, asalkan tidak melalaikan budaya literasi tersebut. Ada juga mereka yang "kupu-kupu" kuliah pulang kuliah pulang, atau "kura-kura" kuliah rapat kuliah rapat, atau "kunang-kunang" kuliah nongkrong kuliah nongkrong, atau yang lainnya entah itu kuliah sambil kerja dan kesibukan yang lain. Tetaplah jangan lupa untuk menumbuhkan budaya membaca.

Hanya segelinter saja mereka yang masih mempertahankan budaya itu. Mengamati lingkungan kampus sendiri, terutama dikelas kebanyakan mereka membaca ketika ada tugas dari dosen. Bahkan ada mereka yang hanya copy paste di google untuk membuat tugasnya. Begitulah kondisi jaman now, kondisi dimana segala hal sudah begitu canggih sehingga membuat kebanyakan orang lalai, membuat malas, dll.

Oleh karena itu, dosen pun juga memegang sebuah peran untuk kembali menumbuhkan budaya literasi mahasiswa. Dosen dapat perperan aktif dengan cara memberi tugas kepada mahasiswanya untuk membaca berbagi macam buku, menulis, tukar fikiran atau saling berdiskusi sehingga mahasiswa dapat menambah pengetahuan yang dimilikinya serta sedikit demi sedikit budaya literasi mahasiswa mulai kembali hidup lagi.

No comments:

Post a Comment